PLC (Programmable Logic Controller)
Post by Toto Susilo Haryadi

PENGENALAN PLC

Pengertian PLC :
PLC adalah seperangkat/ peralatan elektronika yang mempunyai memori yang dapat diprogram untuk menjalankan fungsi logika, skuensial, timing, kounting.

Pada dasarnya PLC sama dengan magnet kontaktor/ relay, hanya saja penggunaan PLC pada era industri sekarang dimana proses produksi yang komplek sangat dibutuhkan sekali sistem kendali yang berbasis otomasi yaitu menggunakan PLC.


Perbedaan PLC dengan Magnet Kontaktor

1. PLC 
  • Pengawatan lebih simpel
  • Harga relatif lebih murah jika yang dikendalikan banyak dan komplek
  • Lebih mudah dalam merunut kesalahan. Artinya jika terjadi troubel shooting lebih mudah dalam perbaikan
  • Dimensi lebih kecil
2. Magnet kontaktor
  • Pengawatan sangat rumit
  • Membutuhkan jumlah kontaktor yang banyak untuk kendali yang rumit
  • Harga relatif lebih mahal
  • Susah dalam mencari kesalahan karena pengkabelannya yang sangat banyak
  • membutuhkan tempat/ panel yang luas
Demikian sekilas perbedaan yang dapat penulis berikan, mungkin teman-teman pembaca dapat melengkapi sesuai denga apa yang teman-teman pembaca ketahui.

Merk dan Provider 
1. OMRON = Japan
2. Alien Bradley = USA
3. Telemecanique = Prancis
4. Siemen = German
dan masih banyak yang lain yang tidak dapat penulis berikan. 

Pemrograman PLC
PLC dapat diprogram menggunakan 2 (dua) alat pemrograman yaitu menggunakan PC/ Komputer dan Programming Console.

1. Pemrograman menggunakan PC/ komputer
  • Pemrograman PLC menggunakan PC/ komputer akan lebih mudah karena dapat menampilkan mana yang terjadi kesalahan dalam pemrograman. 
  • Dapat memonitor arah aliran arus listrik
  • Dapat memonitor kontak-kontak yang menutup dan membuka/ mana yang bekerja dan mana yang tidak bekerja sesuai operasi yang dilakukan.
  • Upload (mengambil program dari PLC ke PC) dan download (memasukan program dari PC ke PLC)
  • Dapat melihat langsung konversi dari ladder diagram atau diagram tangga ke mnemonik atau bahasa mesin/ bahasa pemrograman sesaui kaidahnya.
  • Hasil desai pemrograman dapat dicetak langsung menggunakan printer baik ladder diagramnya/ diagram tangganya dan juga mnemoniknya.

    Demikian jika kita memprogram PLC menggunakan PC/ komputer
2. Pemrograman menggunakan Programming Console
Jika kita memprogram menggunakan konsol maka yang kita masukan adalah kode mnemoniknya. artinya kita harus membuat desain ladder diagram terlebih dahulu dalam secarik kertas secara manual, kemudian kita konversikan hasil dari ladder diagram ke mnemonik diagram. 

Bagian-bagian PLC
PLC terdiri dari bagian modul Input, Pusat Pemroses dan Bagian modul Output

Input bisa terdiri dari :
1. Saklar/ Switch
2. Push button
3. Sensor
4. dsb ...

Output bisa terdiri dari :
1. Motor listrik
2. Relay
3. Magnet contactor
4. Lampu
5. dsb ...

Catatan : Perlu digaris bawahi bahwa Input maupun output PLC memerlukan tegangan/ arus listrik.
Dimana arus/ tegangan sesuai dengan yang tertera pada data teknis yang tertera pada body PLC tersebut.

Bagian CPU : ini merupakan otak dari PLC itu sendiri
Power supplay : merupakan sumber tegangan yang diperlukan oleh PLC baik input maupun output

Berikut contoh model dari PLC :

dan masih banyak merk-merk dari PLC yang tidak dapat penulis share ke para pembaca yang budiman.

Keunggulan PLC :
  • Harga relatif lebih murah
  • Dapat bekerja pada lingkungan yang keras (lingkungan panas, lingkungan dengan getaran cukup tinggi)
  • Instalasi lebih mudah/ simple
  • Pemrogramman lebih mudah
  • Karena dimensi yang kecil maka hanya membutuhkan tempat yang kecil pula
  • Dan sebagainya
Pemilihan PLC :
Pada dasarnya dalam memilih PLC sesuai dengan kebutuhan/ sumber daya yang ada. Diantaranya yang dapat penulis share di sini adalah :
  • Jumlah I/O (input/ output)
  • Beban yang dikendalikan
  • Klasifikasi input dan outputnya 
  • dan sebagainya