KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
 
TEKNOLOGI & REKAYASA
TEKNIK ELEKTRONIKA
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

SILABUS MATA PELAJARAN SISTIM PENGENDALI ELEKTRONIKA
KELAS XI






SMK YPT 1 PURBALINGGA
TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019
SILABUS
MATA PELAJARAN SISTIM PENGENDALI ELEKTRONIKA  
TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019
                                                                                                                                   


Satuan Pendidikan      : SMK YPT 1 Purbalingga
Kelas / Semester          : XI/ 3-4
Kompetensi Keahlian  : Teknik Elektronika Industri
Mata Pelajaran : Sistim Pengendali Elektronika
Durasi Pembelajaran   : 252   x 45 menit
Deskripsi KI               
KI-1.    
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2.    
Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3.    
Memahami, menerapkan,menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Elektronika Industri pada tingkat teknis, spesifik,detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4.    
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Elektronika Industri menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,membiasakan, gerak mahir,menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

.


Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
3.1. Menerapkan Lingkup Teknik
kontrol berdasakan gambar
blok diagram


4.1. Membuat gambar blok diagram
teknik kontrol terbuka (open
loop) dan kontrol tertutup (close
loop).
3.1.1. Menjelaskan pengertian dan macam-macam OP AMP
3.1.2. Menjelaskan fungsi OP AMP sebagai penguat linier (penguat inverting, non inverting, buffer, adder, subtractor, diferensiator, integrator) dan non linier (pembangkit gelombang kotak, segi tiga, dan sinus)
3.1.3. Menjelaskan teknik kontrol open loop dengan gambar blok diagram
3.1.4. Menjelaskan kontrol close loop dengan gambar blok diagram

4.1.1. Menggunakan  berbagai macam IC OP AMP
4.1.2. Mempraktikkan fungsi OP AMP sebagai penguat linier (penguat inverting, non inverting, buffer, adder, subtractor, diferensiator, integrator) dan non linier (pembangkit gelombang kotak, segi tiga, dan sinus)
4.1.3. Merancang kontrol open loop dengan gambar blok diagram
4.1.4. Merancang kontrol close loop dengan gambar blok diagram
Rangkaian OP AMP sebagai penguat linier (penguat inverting, non inverting, buffer, adder, subtractor, diferensiator, integrator) dan non linier (pembangkit gelombang kotak, segi tiga, dan sinus)

Sistim kontrol open loop dan close loop  
Mengamati
Tayangan /gambar tentang OP AMP, fungsinya, dan penerapnnya serta blok diagram yang berkaitan dengan Sistim kontrol open loop dan close loop  

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran OP AMP, fungsinya, dan penerapnnya serta blok diagram yang berkaitan dengan Sistim kontrol open loop dan close loop

Mengeksplorasi
· Mengeksplorasi mengenai rangkaian OP AMP
· Mengeksplorasi fungsi OP AMP sebagai penguat linier (penguat inverting, non inverting, buffer, adder, subtractor, diferensiator, integrator) dan non linier (pembangkit gelombang kotak, segi tiga, dan sinus)
· Mengeksplorasi Sistim kontrol open loop dan close loop  

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam rangkaian OP AMP
· Menyimpulkan  berbagai fungsi OP AMP sebagai penguat linier (penguat inverting, non inverting, buffer, adder, subtractor, diferensiator, integrator) dan non linier (pembangkit gelombang kotak, segi tiga, dan sinus)
· Menyimpulkan sistim kontrol open loop dan close loop  

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran Sistem pengendali elektronik

Tugas
Menyelesaikan masalah tentang OP AMP, fungsinya, dan penerapnnya serta blok diagram yang berkaitan dengan Sistim kontrol open loop dan close loop  
Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan hasil praktik dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
7 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  P (proportion).


4.2. Membuat rangkaian pengatur
model P (proporsi), dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.2.1. Menjelaskan pengertian pengatur P (proportion)
3.2.2. Menentukan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  P (proportion).

4.2.1. Membangun pengatur P (proporsi)
4.2.2. Membuat rangkaian pengatur model P (proporsi), dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model P (proportion) dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P (proportion)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P (proportion)

Mengeksplorasi
· Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model P (proportion)
· Mengeksplorasi pengatur model P (proportion) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P (proportion)
· Menyimpulkan  pengatur model P (proportion) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P (proportion)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
7 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.3. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur I (Integration).






4.3.
Membuat rangkaian pengatur
model I (Integration), dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.3.1. Menjelaskan pengertian pengatur I (Integration)
3.3.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  D (Differensial)

4.3.1. Membangun pengatur I
4.3.2. Membuat rangkaian pengatur model I (Integration), dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model I (Integration) dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model I (Integration)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model I (Integration)

Mengeksplorasi
· Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model I (Integration)
· Mengeksplorasi pengatur model I (Integration) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model I (Integration)
· Menyimpulkan  pengatur model I (Integration)tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur I (Integration)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
7 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.4. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  D (Differensial)



4.4. Membuat rangkaian pengatur
model D (Defferential), dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.4.1. Menjelaskan pengertian pengatur D (Differensial)
3.4.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  D (Differensial)

4.4.1. Mermbangun pengatur D (Differensial)
4.4.2. Membuat rangkaian pengatur model D (Differensial), dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model D (Differensial) dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model D (Differensial)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model D (Differensial)

Mengeksplorasi
· Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model D (Differensial)
· Mengeksplorasi pengatur model D (Differensial) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model D (Differensial)
· Menyimpulkan  pengatur model D (Differensial) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur D (Differensial)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
7 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.5. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  PI (Proportional
Integration)







4.5. Membuat rangkaian kontrol
dengan komponen elektro
mekanikal/relay
3.5.1. Menjelaskan pengertian pengatur PI (Proportional
Integration)

3.5.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  PI (Proportional
Integration)


4.5.1. Membangun pengatur PI (Proportional
Integration)

4.5.2. Membuat rangkaian pengatur model PI (Proportional
Integration)
, dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model PI (Proportional
Integration)
dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PI (Proportional
Integration)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PI (Proportional
Integration)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model PI (Proportional Integration)
· Mengeksplorasi pengatur model PI (Proportional Integration) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PI (Proportional Integration)
· Menyimpulkan  pengatur model PI (Proportional Integration) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur PI (Proportional
Integration)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.6. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  P D (Proportional
Deferential)







4.6. Membuat rangkaian pengatur
model P D (Proportion
Defferential), dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.6.1. Menjelaskan pengertian pengatur P D (Proportional
Deferential)

3.6.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  P D (Proportional
Deferential)


4.6.1. Membangun pengatur P D (Proportional
Deferential)

4.6.2. Membuat rangkaian pengatur model P D (Proportional
Deferential)
, dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model P D (Proportional
Deferential)
dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P D (Proportional
Deferential)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model P D (Proportional
Deferential)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model P D (Proportional Deferential)
· Mengeksplorasi pengatur model PD (Proportional Deferential) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PD (Proportional Deferential)
· Menyimpulkan  pengatur model PD (Proportional Deferential) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sisti pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur P D (Proportional
Deferential)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.7. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  PID (Proportional
Integration Deferential)









4.7. Membuat rangkaian pengatur
model P ID (Proportion
Integration, Defferential),
dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.7.1. Menjelaskan pengertian pengatur PID (Proportional
Integration Deferential)

3.7.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  PID (Proportional
Integration Deferential)


4.7.1. Menggunakan pengatur PID (Proportional
Integration Deferential)

4.7.2. Membuat rangkaian pengatur model PID (Proportional
Integration Deferential), dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)

Pengatur model PID (Proportional
Integration Deferential)
dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PID (Proportional
Integration Deferential)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PID (Proportional
Integration Deferential)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengatur model PID (Proportional
Integration Deferential)
· Mengeksplorasi pengatur model PID (Proportional Integration Deferential) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting dalam komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur model PID (Proportional Integration Deferential)
· Menyimpulkan  pengatur model PID (Proportional Integration Deferential) tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengatur PID (Proportional Integration Deferential)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.8. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengontrol  suhu.





4.8. Membuat rangkaian pengontrol
suhu dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
3.8.1. Menerapkan sensor suhu LM 35

3.8.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengontrol  suhu


4.8.1. Menggunakan  rangkaian LM 35 sebagai sensor suhu

4.8.2. Membuat rangkaian pengontrol
suhu dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
Karakteristik sensor suhu LM35

Rangkaian pengontrol suhu dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengontrol
suhu dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian pengontrol
suhu dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan pengontrol
suhu dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
· Mengeksplorasi karakteristik LM35 sebagai sensor suhu

·     Mengeksplorasi pengontrol suhu dengan menggunakan  penguat operasional amplifier tentang skema rangkaian, komponen yang diperlukan, serta perhitungan penguatannya.

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai sensor suhu LM 35
· Menyimpulkan  pengontrol suhu dengan menggunakan  penguat operasional amplifier

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengontrol  suhu.

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.9. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor dc








4.9. Membuat rangkaian pengatur
kecepatan putaran motor dc
dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.9.1. Menjelaskan karakteristik motor DC
3.8.2. Menerapkan driver motor DC

3.8.3. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor dc


4.9.1. Merangkai motor DC sesuai dengan karakteristiknya
4.9.2. Membuat rangkaian driver motor DC (Relay, transistor H-Bridge, atau IC)
4.9.3. Membuat rangkaian pengatur
kecepatan putaran motor dc
dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
Karakteristik motor DC
Rangkaian driver motor DC
Rangkaian pengatur  kecepatan putaran motor DC dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor dc

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational amplifier (op-amp) sebagai pengatur  kecepatan  putaran motor dc

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor dc
· Mengeksplorasi karakteristik motor DC
· Mengeksplorasi karakteristik driver motor DC
·     Mengeksplorasi rangkaian pengatur kecepatan putaran motor dc dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier)

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai motor DC beserta drivernya
· Menyimpulkan  pengatur kecepatan putaran motor dc dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier)

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sisti pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor dc

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.10. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) pada
rangkaian proteksi beban
lebih (over load protection)







4.10. Membuat rangkaian proteksi
beban lebih (over load
protection)  dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.10.1. Menerapkan sistim proteksi untuk rangkaian elektronika
3.10.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) pada
rangkaian proteksi beban
lebih (over load protection)


4.10.1. Merangkai sistim proteksi untuk rangkaian elektronika
4.10.2. Membuat rangkaian proteksi
beban lebih (over load
protection)  dengan
menggunakan penguat
operasional  (operational
amplifier)
Sistim proteksi untuk rangkaian elektronika
Rangkaian proteksi dengan dioda, transistor, SCR maupun  dengan IC OP AMP (741, 4558, LM324, TL 084 atau yang lainnya)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
rangkaian proteksi beban
lebih (over load protection)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
rangkaian proteksi beban
lebih (over load protection)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
rangkaian proteksi beban lebih (over load protection)  dengan
menggunakan penguat operasional  (operational amplifier)
· Mengeksplorasi proteksi beban lebih dengan dioda, transistor atau SCR
· Mengeksplorasi rangkaian proteksi beban lebih (over load
protection)  dengan menggunakan penguat operasional  (operational
amplifier)

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai proteksi beban lebih dengan dioda, transistor atau SCR
· Menyimpulkan  rangkaian proteksi beban lebih (over load
protection)  dengan menggunakan penguat operasional  (operational amplifier)
Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) pada
rangkaian proteksi beban
lebih (over load protection)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.11. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang.







4.11. Membuat rangkaian pembangkit
gelombang kotak , segitiga dan
sinus dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
3.11.1. Menerapkan OP AMP sebagai  fungsi tak linier
3.11.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang (kotak, segitiga, sinus)


4.11.1. Merangkai OP AMP sebagai  fungsi tak linier
4.11.2. Membuat rangkaian pembangkit
gelombang kotak , segitiga dan
sinus dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
OP AMP sebagai fungsi tak linier
OP AMP sebagai osilator/ pembangkit gelombang kotak , segitiga dan
sinus dengan menggunakan
penguat operasional (operational
amplifier)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit berbagai macam bentuk gelombang (kotak, segitiga, sinus)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit berbagai macam bentuk gelombang (kotak, segitiga, sinus)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit berbagai macam bentuk gelombang (kotak, segitiga, sinus)
· Mengeksplorasi OP AMP sebagai pembentuk gelombang kotak
· Mengeksplorasi OP AMP sebagai pembentuk gelombang segitiga
· Mengeksplorasi OP AMP sebagai pembentuk gelombang sinus

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai OP AMP sebagai pembentuk gelombang kotak
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai OP AMP sebagai pembentuk gelombang segitiga
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai OP AMP sebagai pembentuk gelombang sinus

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.12. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit  pulsa witdh
modulation (PWM).






4.12. Membuat rangkaian pembangkit
gelombang pulsa witdh
mudolation dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
3.12.1. Menerapkan OP AMP sebagai  fungsi tak linier
3.12.2. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit  pulsa witdh
modulation (PWM)


4.12.1. Merangkai OP AMP sebagai  fungsi tak linier
4.12.2. Membuat rangkaian pembangkit
gelombang pulsa witdh
mudolation dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
OP AMP sebagai fungsi tak linier
OP AMP sebagai osilator/ pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang pulsa witdh modulation (PWM)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM)
· Mengeksplorasi OP AMP sebagai pembangkit gelombang pulsa witdh modulation (PWM)
Mengasosiasi
· Mengeksplorasi OP AMP sebagai pembangkit gelombang pulsa witdh modulation (PWM)

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit  pulsa witdh
modulation (PWM).

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.13. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor ac.








4.13. Membuat rangkaian pembangkit
gelombang pulsa witdh
mudolation dengan
menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier), untuk pengontrol
kecepatan motor ac.
3.13.1. Menjelaskan karakteristik motor AC
3.13.2. Menerapkan driver motor AC

3.13.3. Menerapkan operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor ac

4.13.1. Merangkai motor AC sesuai dengan karakteristiknya
4.13.2. Membuat rangkaian driver motor AC
4.13.3. Membuat rangkaian pengatur
kecepatan putaran motor ac
dengan menggunakan penguat
operasional (operational
amplifier)
OP AMP sebagai fungsi tak linier
OP AMP sebagai osilator/ pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM) untuk pengontrol
kecepatan motor ac
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM) untuk pengontrol
kecepatan motor ac

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pembangkit gelombang pulsa witdh
modulation (PWM) untuk pengontrol
kecepatan motor ac

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai
pengatur  kecepatan putaran
motor ac
· Mengeksplorasi karakteristik motor AC
· Mengeksplorasi karakteristik driver motor AC
·     Mengeksplorasi rangkaian pengatur kecepatan putaran motor ac dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier)

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting mengenai motor AC beserta drivernya
· Menyimpulkan  pengatur kecepatan putaran motor ac dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier)

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian operational
amplifier (op-amp) sebagai pengatur  kecepatan putaran motor ac

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.14. Memahami prinsip kerja konvertor A/D (Analog to
Digital) dan D/A (Digital to
Analog)




4.14. Menguji dan mengukur  kerja
rangkaian konvertor A/D
(Analog to Digital) dan D/A
(Digital to Analog)
3.14.1. Mencirikan perbedaan sinyal analog dan digital/ diskrit
3.14.2. Menerangkan prinsip kerja konvertor A/D dan D/A

4.14.1.  Menentukan perbedaan sinyal analog dan digital/ diskrit

4.14.2. Menguji dan mengukur  kerja
rangkaian konvertor A/D
(Analog to Digital) dan D/A
(Digital to Analog)

Konvertor Analog to digital (A/D) dan digital to analog (D/A)

Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dan D/A (Digital to
Analog)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang konvertor A/D (Analog to
Digital) dan D/A (Digital to
Analog)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dan D/A (Digital to
Analog)
· Mengeksplorasi perbedaan sinyal analog dan digital/ diskrit
· mengeksplorasi prinsip kerja konvertor A/D dan D/A

Mengasosiasi
· Menyimpulkan  beberapa poin penting perbedaan sinyal analog dan digital/ diskrit
· Menyimpulkan  prinsip kerja konvertor A/D dan D/A

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to
Digital) dan D/A (Digital to
Analog)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.15. Menerapkan konvertor A/D
(Analog to Digital),dengan
jaringan resistor.






4.15. Membuat / merangkai
konvertor A/D (Analog to
Digital),dengan jaringan
resistor.
3.15.1  Menerangkan prinsip kerja konvertor A/D  dengan resistor
3.15.2. Mencontohkan rangkaian konvertor A/D dengan jaringan resistor

4.15.1.  Menggunakan konvertor A/D  dengan resistor
4.15.2. Membuat / merangkai
konvertor A/D (Analog to
Digital),dengan jaringan
resistor.
Konvertor Analog to digital (A/D) dengan jaringan resistor

Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan resistor

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang konvertor A/D (Analog to
Digital) dengan resistor

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan resistor
· Mengeksplorasi rangkaian konvertor A/D dengan jaringan resistor
· Mengeksplorasi pembuatan rangkaian konvertor A/D dengan jaringan resistor

Mengasosiasi
Menyimpulkan  beberapa poin penting rangkaian konvertor A/D dengan jaringan resistor

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran sistim pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D
(Analog to Digital),dengan
jaringan resistor.


Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
14 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.16. Menerapkan konvertor A/D
(Analog to Digital), dengan
Operational Amplifier (opamp)









4.16. Membuat / merangkai konvertor
A/D (Analog to Digital), dengan Operational Amplifier (op-amp)
3.16.1  Menerangkan konvertor A/D
(Analog to Digital), dengan
Operational Amplifier (opamp)
3.16.2. Mencontohkan rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital), dengan
Operational Amplifier (opamp)

4.16.1.  Menggunakan konvertor A/D
(Analog to Digital) dengan
Operaational Amplifier (op-amp)

4.16.2. Membuat / merangkai
konvertor
A/D (Analog to Digital), dengan
Operational Amplifier (op-amp).
Konvertor Analog to digital (A/D) dengan OP AMP

Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan Operational Amplifier (opamp)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang konvertor A/D (Analog to
Digital) dengan Operational Amplifier (opamp)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan Operational Amplifier (opamp)
· Mengeksplorasi rangkaian konvertor A/D dengan Operational Amplifier (opamp)
· Mengeksplorasi pembuatan rangkaian konvertor A/D dengan Operational Amplifier (opamp)

Mengasosiasi
Menyimpulkan  beberapa poin penting rangkaian konvertor A/D dengan Operational Amplifier (opamp)

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran  pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D
(Analog to Digital), dengan
Operational Amplifier (opamp)


Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)


3.17. Menerapkan Konvertor A/D
(Analog to Digital ) dengan
pencacah(counter) yang diumpan balikkan (feetback)











4.17. Membuat / merangkai Konvertor A/D (Analog to Digital) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)
3.17.1  Menerangkan konvertor A/D
(Analog to Digital), dengan
pencacah(counter) yang diumpan balikkan (feetback)

3.17.2. Mencontohkan rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital), pencacah(counter) yang diumpan balikkan (feetback)

4.17.1.  Menggunakan konvertor A/D
(Analog to Digital) dengan
dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)

4.17.2. Membuat / merangkai
konvertor
A/D (Analog to Digital), dengan
pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)
Konvertor Analog to digital (A/D) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)
Mengamati
Tayangan /gambar tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)

Menanya
Mengajukan pertanyaan terkait tayangan/gambar atau teks pembelajaran tentang konvertor A/D (Analog to
Digital) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)

Mengeksplorasi
Mengeksplorasi pendahuluan pembuatan dan diagram blok serta rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)
· Mengeksplorasi rangkaian konvertor A/D dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)
· Mengeksplorasi pembuatan rangkaian konvertor A/D dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)

Mengasosiasi
Menyimpulkan  beberapa poin penting rangkaian konvertor A/D dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feetback)

Mengkomunikasikan
· Menyampaikan hasil kesimpulan dalam bentuk gambar atau teks yang dapat difahami dari pembelajaran  pengendali elektronik
Tugas
Menyelesaikan masalah tentang komponen dan diagram blok serta rangkaian Konvertor A/D
(Analog to Digital ) dengan
pencacah(counter) yang diumpan balikkan (feetback)

Observasi
Mengamati kegiatan/aktivitas siswa secara individu dan dalam diskusi dengan  checklist  lembar pengamatan atau dalam bentuk lain

Portofolio
Membuat Laporan dalam bentuk tulisan dan gambar

Tes
Pilihan Ganda, Essay
21 JP
Vandemekum Elektronika, Wasito

Prinsip-Prinsip Elektronika, Malvino

Kontrol PID Untuk Proses Industri
Beragam Struktur dan Metode Tuning PID praktis
(Iwan Setiawan/ e-book)